MENYIMAK BAHAYA TAYANGAN TV BAGI ANAK-ANAK DAN REMAJA


 

Televisi atau tv merupakan sebuah barang elektronik yang sudah ada sejak dulu, dimana tv sendiri digunakan sebagai sumber dari berbagai macam informasi, informasi tersebut berupa berita atau pengetahuan lainya.

Tv digunakan sebagai media komunikasi yang termasuk ke dalam media massa. Contoh dari media massa yaitu media cetak dan media Elektronik. Yang tergolong dalam media cetak yaitu koran, majalah, surat kabar sedangkan media Elektronik seperti tv,radio dan film.

Di era yang modern seperti sekarang, televisi menjadi media yang selalu ramai audiensnya, dengan audiens dari yang dini,muda sampai yang tua. Apalagi di masa pandemi karantina covid-19, semua orang diwajibkan untuk stay dirumah oleh sebab itu semakin banyak waktu dirumah semakin banyak waktu audiens untuk melihat  siaran televisi.  Di Indonesia ini terdapat banyak channel atau stasiun televisi yang bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat diantaranya terdapat MNC tv (rcti,mnc tv,Gtv), Tv one, Tvri, SCTV, transtv, trans7,antv, indosiar dan lainya.

Dari  banyaknya stasiun televisi atau chanel televisi yang ada tersebut, setiap stasiun televisi memiliki suatu program acara pada setiap harinya untuk ditayangkan. Mulai dari acara talkshow,film,berita, sinetron, ftv dan lainya dan tayangan tersebut selalu ada dalam waktu 24 jam dan setiap hari stasiun tv mempunyai program yang berbeda-beda setiap jam dan harinya. Salah satu dari banyaknya program acara stasiun tv tersebut, yang menjadi permasalahan adalah dampak buruk yang negatif bagi anak dan remaja.

 

Dikatakan mempunyai dampak yang negatif bagi anak maupun remaja dikarenakan siaran televisi yang saat ini banyak mengandung unsur-unsur yang kurang mendidik bahkan tidak mengedukasi sama sekali. Karena saat ini banyak stasiun tv yang mempunyai program-program tentang percintaan, candaan yang berlebihan, kekerasan, bahkan sampai ke pelecehan dan pornografi.  Contohnya saja tayangan percintaan di salah satu channel tv, terdapat satu contoh program percintaan yang menayangkan tentang remaja yang harusnya seusianya belajar malah mementingkan percintaanya, bahkan di dalam program sinetron televisi tersebut ramaja  tersebut melakukan akting yang senonoh bahkan melampaui batasan, batasan yang dimaksud yaitu remaja yang masih tergolong anak-anak tersebut melakukan sebuah akting berhubungan ala suami istri dan akhirnya hamil diluar nikah, dan di sinetron tersebut orang tua hanya bisa pasrah dan menerima keaadaan.  Bisa dibayangkan saja betapa mirisnya tayangan program televisi saat ini. kemudian terdapat program tentang unsur-unsur pornografi diantaranya adalah seperti program acara variety show, dimana di dalam program tersebut banyak melakukan candaan atau lawakan yang mengandung unsur-unsur feminisme,pornografi bahkan sampai tentang pelecehan akan perempuan. kemudian terdapat juga suatu program tentang kekerasan, dimana program tersebut termasuk dalam program bergenre sinetron. Kekerasan tersebut seperti dilakukan oleh ayah terhadap anak, suami terhadap istri, ibu terhadap anak, anak dengan anak, teman dengan teman dsb.

Dampak tayangan kekerasan tersebut mempunyai dampak yang buruk bagi anak karena anak-anak akan menilai bahwa  ia akan menganggap semua keluarga tidaklah memiliki kasih sayang, acuh tak acuh dan semaunya sendiri, dan mereka akan mengganggap bahwa sosok ayah yang harusnya menjadi pelindung malah akan ditakuti bahkan dianggap sebagai seseorang yang bisa mengancam kehidupanya. 

Umumnya perilaku anak-anak dan remaja bersifat pasif dalam hal berinteraksi terhadap segala tayangan yang ada di dalam televisi dimana anak-anak suka meniru, bahkan mendalami karakter secara dramatis suatu tayangan tersebut. Dampak negatif dari siaran tv yang mengandung unsur- unsur tersebut akan menjadikan anak memiliki karakter yang buruk. Karena anak-anak bisa dipastikan bahwa mereka tidak mngetahui bahwa itu hanya akting belaka tidak benar terjadi, namun karena persepsi anak-anak yang berbeda dan mudah percaya bisa saja mereka meniru semua hal yang ditayangkan di tv. Bisa dibayangkan jika setiap hari  anak-anak yang baru beranjak dewasa meniru semua tayangan televisi yang mereka tonton setiap harinya, pasti akan menjadi sebuah permasalahan bagi negara kita.

Dari permasalahan tetang banyaknya program-program yang di tayangkan di stasiun televisi tersebut  yang perlu di tanyakan apakah memang semua program tersebut lolos dari lembaga penyiaran di indonesia, mengapa acara-acara yang bisa disebut tidak bermutu bisa ditayangkan ditelevisi.

Dari waktu ke waktu banyak sekali data yang di dapat tentang laporan-laporan masyarakat tentang tayangan siaran televisi, kemudian yang diadukan oleh masyarakat yaitu seperti pelanggaran tentang perlindungan  anak dan remaja, kemudian tentang hak privasi dan lainya. Aduan masyarakat ini bisa di sampaikan melalui media whatsapp,facebook,twitter,sms dan juga melalui tatap muka.  

Untuk itu dinamika atas permasalahan penyiaran yang terdapat di tv ini harus lebih diperhatikan oleh lembaga yang berwenang , kemudian juga tugas dan pengawasan dari orang tua untuk serta mengetahui segala aktivitas anak dan selalu memperhatikan perkembangan anak-anak atau remaja dan selalu mendampingi serta memberi pengarahan yang intensif terhadap persepsi tontonan anak di televisi dan selalu mengontrol kelayakan  tontonan anak.

  Dan untuk kedepanya program tv di indonesia semoga mengurangi tayangan-tayangan yang kurang penting dan mengganti segala program yang mengedukasi bagi anak-anak.

Komentar